Kesehatan dan Puasa di Tengah Pandemi

Kamis, 24 Maret 2022 254

        Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban bagi umat islam yang hanya dilakukan sekali dalam satu tahun. Bukan menjadi alasan ketika harus mengkonsumsi obat sehingga tidak melakukan ibadah puasa, sehingga ada beberapa aturan pakai dalam mengkonsumsi obat ketika sedang berpuasa. 

- Jika harus mengkonsumsi obat sekali sehari dapat dilakukan pada saat buka/sahur saja.

- Jika harus mengkonsumsi obat dua kali sehari dapat dilakukan pada saat sahur dan buka puasa.

- Jika harus mengkonsumsi obat tiga kali sehari dapat dilakukan dengan rentang tiap 5 jam (18.00 - 23.00 - 04.00). Akan tetapi, jika penggunaan obat dengan waktu tiga kali sehari dirasa tidak nyaman, dapat dikonsultasikan kepada dokter untuk mengganti obat dengan frekuensi pemberian lebih sedikit. 

- Tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat dengan aturan pakai empat kali sehari atau lebih.

        Penggunaan obat dapat diberikan sebelum makan, saat makan dan setelah makan. Beberapa obat yang diberikan sebelum makan atau dalam perut kosong digunakan untuk obat yang berinteraksi dengan makanan sehingga diberikan 30-60 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Sedangkan untuk obat yang diberikan saat makan atau setelah makan digunakan untuk obat yang tidak memiliki interaksi dengan makanan, obat yang meningkatkan efektivitasnya saat ada makanan atau obat yang mudah mengiritasi lambung. 

Berdasarkan kesepakatan ulama dan ahli medis, tidak semua obat membatalkan puasa. Obat yang tidak diminum melalui mulut dan saluran cerna, diantaranya obat yang diserap melalui kulit misalnya krim, salep, gel dan plester; obat yang diselipkan dibawah lidah misalnya nitrogliserin untuk angina pectoris; obat-obat yang disuntikkan baik melalui kulit, otot, sendi dan vena kecuali pemberian makanan melalui vena; obat tetes mata, hidung dan telinga; obat kumur sejauh tidak tertelan; obat asma berbentuk inhaler; pemberian gas oksigen dan obat bius; dan supositoria. Tanya Obat, Tanya Apoteker!!