Mengenal Probiotik Dan Manfaatnya

Senin, 05 Juli 2021 594

WHO (World Health Organization) mendefinisikan probiotik sebagai mikroorganisme hidup yang bila diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan. Suplemen probiotik yang dipasarkan di Indonesia harus mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya yaitu produk mencantumkan informasi jenis spesies bakteri yang telah terbukti aman dikonsumsi dan tidak bersifat patogen atau menyebabkan penyakit, tahan terhadap cairan lambung dan empedu dalam jalur makanan, mampu menempel pada sel epitel atau dinding usus manusia, mampu membentuk koloni yang dapat berkembang biak dalam saluran cerna, serta mampu menghasilkan zat antimikroba yang disebut dengan bakteriosin yang dapat menguntungkan.

Bakteri yang sering ditemukan dalam suplemen probiotik merupakan golongan Lactobacillus dan Bifidobacterium, merupakan bagian dari flora normal pencernaan manusia. Bakteri ini dihitung dengan satuan colony forming units (CFU) atau satuan jumlah pembentuk koloni dan dapat mengandung 1-10 miliar CFU per dosis. Bentuk sediaan suplemen probiotik cukup beragam diantaranya berupa granul/serbuk, tablet, kapsul ataupun cairan dalam sediaan tetes. Pada kemasan dapat dijumpai keterangan produk mengandung probiotik dan prebiotik.

Probiotik merupakan mikroorganime hidup sedangkan prebiotik merupakan komponen makanan yang dapat menstimulasi pertumbuhan dari probiotik. Produk yang mengandung probiotik dan prebiotik disebut dengan sinbiotik. Probiotik dapat memberi manfaat bagi kesehatan karena mempunyai kemampuan untuk membuat koloni atau berkembang biak pada saluran cerna. Probiotik menghasilkan senyawa asam organik, hidrogen peroksida serta bakteriosin yang dapat menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. Probiotik memberikan fungsi perlindungan serta turut berperan dalam keseimbangan mikroflora usus. Manfaat inilah yang membuat  probiotik dapat dimanfaatkan sebagai terapi tambahan pada kasus diare, irritable bowel syndrome, dan beberapa masalah pencernaan lain dengan anjuran dari dokter.

Suplemen probiotik dapat dikonsumsi bersamaan atau tanpa makanan. Konsumsi probiotik sebelum tidur dapat menjadi salah satu pilihan dikarenakan lambung tidak begitu aktif memproduksi asam selama tidur, sehingga probiotik dapat bertahan dalam saluran cerna. Selain itu waktu ideal lain untuk konsumsi probiotik yakni 30 menit sebelum makan. Produksi asam lambung yang rendah dapat membantu probiotik mencapai usus lebih cepat tanpa harus terhambat dengan adanya makanan. Pada konsumen anak probiotik telah tersedia dalam bentuk sediaan tablet kunyah dengan perisa buah, sediaan tetes dan serbuk yang dapat dicampur dengan makanan, minuman ataupun ASI untuk mempermudah penyerapannya.

Pemberian antibiotik dan probiotik dalam waktu bersamaan sebaiknya dihindari karena antibakteri tidak hanya membunuh bakteri patogen namun juga dapat membunuh bakteri baik. Cara mengatasinya yaitu dapat diberikan penjedaan waktu minimal satu atau dua jam untuk memberikan kesempatan probiotik dapat bekerja dengan efektif. Penyimpanan produk probiotik disarankan pada suhu sejuk, dalam  kulkas namun tidak perlu diletakkan di dalam freezer. Beberapa produk probiotik kini telah diproduksi dengan teknologi dual coating yakni metode penyalutan yang melindungi probiotik dalam dua lapisan. Lapisan luar untuk mempertahankan kondisi probiotik selama masa produksi dan masa penyimpanan, serta lapisan dalam yang melindungi dari asam lambung dan empedu sehingga probiotik dapat bertahan hidup hingga mencapai usus. Teknologi penyalutan tersebut memungkinkan probiotik untuk dapat disimpan pada suhu ruang. Namun kondisi penyimpanan ini dapat berbeda tergantung dari jenis dan merk probiotik. Sebagai konsumen kita harus selalu memperhatikan aturan penyimpanan, aturan penggunaan serta masa kadaluarsa yang tertera dalam kemasan produk probiotik.

Meski konsumsi probiotik memiliki berbagai manfaat untuk tubuh namun bukanlah menjadi suatu keharusan untuk dikonsumsi setiap hari apalagi berlebihan. Konsumsi probiotik melebihi rekomendasi dosis harian dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri dalam tubuh. Dalam beberapa kasus dapat menimbulkan efek samping berupa penumpukan gas, perut kembung, sembelit dan perubahan konsistensi feses. Penggunaan probiotik selama masa kehamilan, bayi dan anak-anak sebaiknya digunakan secara hati-hati dengan adanya rekomendasi dokter dan konsultasi dengan apoteker terlebih dahulu. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsi probiotik namun suplemen probiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati atau menggantikan obat utama yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.